Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2013

***GHIBAH DAN JENIS-JENISNYA****



APAKAH ITU GHIBAH (GOSIP) ?

Perkara Ghibah merupakan perkara yang terlihat sangat ringan ketika diucapkan, namun perkara ini mungkin disisi Allaah menjadi besar , karena ghibah ini sangat terkait dengan kehormatan seorang muslim. Allaah Ta’ala berfirman :

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
“dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar” ( Qs. An-Nur : 15)

Dan diriwayatan pula dari Bilal bin AlHarits, Bahwa Rasulullaah –shallallaahu ‘alaihi wasallam- bersabda :
“Sesungguhnya seseorang laki-laki mengatakan sebuah kalimat yang diridhai Allah dan ia tidak menyadarinya sampai di tempatnya, ternyata dengan kalimat itu Allah menuliskan keridhaan-Nya hingga hari Dia bertemu dengannya. Sesungguhnya seorang laki-laki mengatakan suatu kalimat yang dimurkai Allah dan ia tidak menyadarinya sampai ditempatnya, ternyata karena kalimat tersebut Allah menulis kemurkaan-Nya hingga hari Dia bertemu dengannya.” (Shahih, Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2420 dalam Thufah Al-Ahwadhi), Ibnu Majah (3970), dan Malik (2985) dari jalan Muhammad Bin Amir.)

Jumat, 15 Februari 2013

SALAFY CERMINAN AKHLAQ MULIA




Kalau Bisa Berbicara dengan Bahasa yang Baik, kenapa Tidak?

Saudaraku, sungguh hati ini sangat miris dan sedih melihat bagaimana cara sebagian saudara-saudara kita dalam menasihati, mengomentari atau mengingatkan saudara-saudara kita yang melakukan kesalahan/kebid'ahan/kemaksiatan/kekeliruan.
saya tidak merasa paling baik, karena sayapun pernah dan mungkin masih melakukan hal itu, namun kiranya sebagai seorang muslim tiada hari kecuali harus selalu ada perbaikan, evaluasi diri serta perbaikan akhlaq dan ilmu...

ingatlah Hadist ini..
Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلاَقِ”

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [H.R. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau, adz-Dzahabi dan al-Albani].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah memasukkan penerapan akhlak yang mulia dalam permasalahan aqidah. Beliau berkata,