Minggu, 07 Juli 2013

~ Allaah berikan Udzur agar kita Bertaubat~



Tatkala tadi pagi saya mendengarkan kajian Ustadz Armen Halim Naro -Rahimahullaah- , ada satu bagian dari kalimat beliau yang membuatku tersentak. yaitu beliau mengatakan tatkala seseorang telah mendekati usia 60 tahun dan dia belum melakukan keta'atan yaitu masih banyak melakukan maksiat dan menuruti hawa nafsu, maka ucapkanlah selamat kepada orang ini karena sejatinya orang ini adalah orang yang TELAH DIBIARKAN OLEH ALLAAH, apabila diibaratkan dia seperti layang-layang yang sudah dibuang tali kendalinya oleh Allaah.

sungguh suatu penjelasan yang membuat berlinang air mata dan runtuhnya hati-hati. namun tak boleh ada rasa putus pasa untuk selalu mendoakan.

karena rasa penasaran yang sangat, saya mencoba untuk menulusuri hadist yang dimaksud oleh sang ustadz, dengan modal Yufid.com, saya temukan inilah dia, hadist beserta penjelasannya:

Nabi -Shallallaahu 'alaihi wasallam- bersabda:
أَعْذَرَ اللهُ إِلَى امْرِئٍ أُخِّرَ أَجَلُهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّيْنَ سَنَةً

“Allah telah menyampaikan puncak dalam pemberian udzur/alasan kepada seorang yang diakhirkan ajalnya hingga mencapai umur 60 tahun.” (HR. Al-Bukhari no. 6419)

~~SIFAT-SIFAT PENGHUNI SURGA~~



Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al-Fawa’id menjelaskan tentang sifat-sifat keutamaan yang dimiliki oleh para penghuni surga, yaitu :

[1] orang yang kembali kepada Allaah (Awwab) dari kemaksiatan menuju keta’atan, dari keterlenaan menjadi terjaga. ‘Ubaid bin Amir berkata, “ orang yang kembali adalah orang yang teringat akan dosa-dosanya kemudian meminta ampun kepada Allaah atas segala perbuatannya. Sedangkan Sa’id Ibnul Musayyib berkata “ orang yang kembali adalah orang berbuat dosa lalu bertaubat dan berbuat dosa lagi, lalu betaubat lagi.”

Bagaimana Cara Mengekang Syahwat Perut ?




Syahwat perut termasuk diantara pembinasa yang paling besar. karenanya Nabi Adam 'Alaihissalam terusir dari surga. dari syahwat perut akan muncul syahwat kemaluan dan ambisi kepada harta, selain itu syahwat perut akan menimbulkan berbagai risiko penyakit mulai dari penyakit yang sifatnya ringan sampai penyakit degeneratif ( jantung, Diabetes Mellitus, stroke )

Dalam Hadist disebutkan bahwa Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
" orang mukmin makan dengan satu perut, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh perut " ( HR Muslim 2060)

Dalam Hadist lain Rasulullaah shallallahu alaihi wasallam menambahkan
" Bani Adam tidak mengisi bejana yang lebih buruk daripada perutnya, Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang menegakkan tulang sulbinya. Bila memang harus, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya" (HR Ahmad 17115)

Dalam ilmu kesehatan modern. manusia dianjurkan untuk makan sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas fisiknya. semakin rendah aktivitas fisik seseorang , maka kebutuhan akan makanannya pun semakin sedikit.
seseorang yang tidak mengatur asupan makannya akan berpotensi mengalami kegemukan yang menyebabkan produktifitas menurun, mudah ngantuk dan pada akhirnya akan membuat malas beribadah, tentu hal ini sangat tercela dan merugikan.

Uqbah Ar-Rasibi -Rahimahullaah- berkata, aku pernah datang kepada Al-Hasan yang saat itu sedang makan, maka beliau berkata, " silakan". aku menjawab, " aku sudah makan sampai aku tidak bisa makan lagi ", maka timpal beliau, " apakah seorang muslim makan sampai tidak bisa makan lagi, ?

Makan secara seimbang dapat membuat badan sehat dan produktifitas meningkat. caranya yaitu dengan tidak makan sebelum ingin karena keinginanan untuk makan itu ada dua jenis ;
yang pertama karena memang tubuh sudah membutuhkan energi untuk aktivitas dengan menurunnya kadar glukosa darah sehingga hipotalamus mengirimkan sinyal bahwa tubuh membutuhkan makanan,
yang kedua, karena faktor appetite (nafsu makan) yang tidak terkontrol namun bukan karena kebutuhan, biasanya yang seperti ini berpotensi mengalami kegemukan

dan usahakan untuk tidak makan sampai terlalu kenyang. berhentilah makan ketika kita sudah merasa cukuo hilang rasa laparnya, meskipun keinginan untuk makan masih ada.

Sebaiknya, seorang muslim benar-benar menjaga apa yang dimakannya serta memperhatikan jumlahnya . jangan sampai melebihi kebutuhan sehingga menyebabkan mudharat dan kemalasan dalam beribadah...

(Mengambil Fa'idah dari Mukhtasar Minhajul Qashidin karya Imam Ibnu Qudamah Almaqdisi hal 301-302 )

TIPS MENGHADAPI 'GALAU' ...



Diantara para pemuda istilah galau menjadi sangat populer..
ntah ekspresi galau itu diungkapkan dalam ranah nyata terlebih di dunia maya dimana rasa malu bisa lebih sedikit dikesampingkan..
galau adalah hal yang manusiawi, dimana setiap manusia pasti menaglami fase itu, aga kurang pantas dianggap sebagai manusia apabila tidak pernah merasa galau..

galau biasanya di identikan dengan ingin cepat punya "teman" . padahal galau itu bisa meliputi banyak hal masalah dunia, akhirat, jodoh, dan lain sebagainya...
terutama untuk mahasiswa-mahasiswa yang biasanya hobi menggalau di FB , apalagi yang menjelang tingkat akhir (ups!!)

Nah, bagaimana cara untuk mengatasi Galau ?

PERBANYAKLAH MENGINGAT KEMATIAN

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda : " Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian " ( HR Ahmad No 7907 )