Minggu, 07 Juli 2013

TIPS MENGHADAPI 'GALAU' ...



Diantara para pemuda istilah galau menjadi sangat populer..
ntah ekspresi galau itu diungkapkan dalam ranah nyata terlebih di dunia maya dimana rasa malu bisa lebih sedikit dikesampingkan..
galau adalah hal yang manusiawi, dimana setiap manusia pasti menaglami fase itu, aga kurang pantas dianggap sebagai manusia apabila tidak pernah merasa galau..

galau biasanya di identikan dengan ingin cepat punya "teman" . padahal galau itu bisa meliputi banyak hal masalah dunia, akhirat, jodoh, dan lain sebagainya...
terutama untuk mahasiswa-mahasiswa yang biasanya hobi menggalau di FB , apalagi yang menjelang tingkat akhir (ups!!)

Nah, bagaimana cara untuk mengatasi Galau ?

PERBANYAKLAH MENGINGAT KEMATIAN

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda : " Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian " ( HR Ahmad No 7907 )

Mahasiswa ???




Dahulu, ketika saya belum merasakan nikmatnya belajar dan melihat lingkungan, seringkali saya banyak mengeluh dengan kehidupan kampus. tugas yang banyak, teman yang tak menyenangkan, jadwal kampus yang ga jelas atau segudang masalah lainnya...

Dahulu, saya seringkali merasa berat tatkala melihat tumpukan buku yang membuat mata mengantuk, dan deretan tugas yang seakan minta saya untuk segera melahapnya

seakan hidup sempit, pit, pit

Sekarang, setelah mata saya terbuka lebar menatap indahnya cakrawala ilmu..
betapa beruntungnya ...
betapa nikmatnya saat Allaah memberikan kita kesempatan untuk belajar dan menimba ilmu..
pintu-pintu ilmu dunia dan akhirat yang terbuka lebar dan melambai-lambai ingin segera dipinang... untuk dipersunting dan diamalkan dalam gerak kehidupan

Tugas yang menumpuk dan segala hal yang berkaiatn dengan kehidupan belajar sangat saya syukuri...
ini adalah pilihan dan harus dijalani dengan sepenuh hati dan kebahagiaan
dahulu berpeluh dan bertangis darah saat ingin masuk ke kampus ini dan sekarang adalah kesempatan...
kesempatan emas untuk memanfaatkan momen-momen terbaik untuk menjadi generasi pembangun masa depan..
Muslim harus kuat tidak hanya dari segi intelektual keislaman , namun juga dari segi ilmu umum
saya harap ilmu saya kelak, akan berguna untuk kebaikan umat islam, agar gizi umat ini lebih baik dan sehat :D
untuk beribadah dengan baik itu perlu status gizi yang baik bukan :D

Masa-masa sekarang adalah masa yang penuh nikmat, disini Allaah bukakan pintu ilmu dunia dan akhirat..
dan teman, aku yakin kalianpun begitu

esok, saat aku telah menimang bayi atau saat aku telah ikut keperantauan suami mungkin aku akan mengenang masa-masa indah saat mengerjakan tugas, saat pengen cabut dari kelas karena kajian udah mau mulai, saat nunggu bikun dan lari-lari mau ke MUI, saat segalanya...

ah Semoga terkenang cerita untuk dia esok :)

PENGEN NIKAH ??

Tema pernikahan memang tak pernah lekang menadi bahasan kaum jomblo, baik jomblowan atau jomblowati seringkali membahas tentang hal ini, termasuk penulis status :D
pada titik ketika semakin menanjaknya usia, gambaran pernikahan menjadi hal yang berbeda dalam benak ini..

ketika usia saya dibawah 20 tahun gambaran pernikahan adalah hal yang indah, romantisme anak manusia, indahnya punya teman yang bisa antar jemput kajian atau bisa disuruh ngerjain tugas kampus :D, dan hal-hal yang penuh bunga lainnya...

ketika usia hampir lewat 20 tahun, alur pikiran saya memandang tentang makna pernikahan semakin berbeda... dalam benak sudah terhampar gambaran tentang sebuah tanggung jawab dan komitmen.
ya tanggung jawab bahwa pernikahan tidak hanya sebatas kesenangan atau romantisme anak manusia, hal ini terlalu sempit

Mengumbar Cinta , Mengumbar Racun ?



Kebetulan dibelakang rumah tepat, saat ini sedang berlangsung khutbah nikah teman saya yang melepas masa lajangnya hari ini..
teman bermain kucing-kucingan dulu .hehe

nah, disela-sela hal itu saya jadi teringat dengan banyak hal, terkait cinta, wanita, dan racun ?
oh tidak, saya tidak ingin membahas tentang lagu jaman jahiliyah dulu, " wanita racun duniaaaaaa"

Cinta sangat erat dengan wanita dan sangat erat dengan racun, kecuali untuk orang-orang yang menganut faham kaum luth tentunya, karena mereka tak butuh pasangan lawan jenis, cukup sejenis saja dengan segala mudharatnya. Naudzubillah min Dzalik

wanita, dengan segala keindahannya dan kecantikannya, akaN sangat bangga ketika "aset" nya itu menjadi sorotan dan bincangan yang menuai kekaguman manusia terutama kaum adam. hal ini, menjadikan sebuah kewajaran dan dalil yang sangat jelas mengapa wanita mukminah harus menutup auratnya :

Allaah Ta'ala Berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Al-Ahzab : 59)

wanita yang terbuka auratnya, dan kecantikannya dapat dinikmati oleh semua Mata yang memandang, akan sangat rentan sekali dengan kejahatan dan pelecehan. ya , karena tak setiap orang yang memandang mempunyai mata dan pikiran yang sehat, sehingga tak tergoda untuk "menikmati", bahkan yang akalnya sehat pun dapat rusak dengan dorongan syahwat dari kecantikan wanita, bukan ?

BELUM TENTU, Tiada Cela pada Seorang Penasihat dan Terdapat Cela pada yang Menerima Nasihat...




Maksud dari judul tulisan diatas ini adalah, belum tentu seseorang yang suka memberi nasihat, menulis nasihat-nasihat kebaikan adalah orang yang terlepas dari cela. boleh jadi, dengan nasihat yang dia berikan adalah bentuk nasihat untuk dirinya sendiri yang ingin dibagi dengan orang lain, atau suatu hal buruk yangpernah dia alami dan tak mau orang lain melakukan hal yang sama, atau sebagai bentuk kecintaan kepada saudaranya sehingga dengan nasihat yang dia berikan dia inginkan kebaikan untuk saudaranya..

dan juga belum tentu orang yang diberi nasihat adalah orang yang mempunyai cela, sehingga sampai timbul khusnudzhan pada pemberi nasihat , bahwa orang yang suka menasihati itu sok alim, sok pinter, sok-sokan..tidak kawan , bukan begitu

Allaah Ta'ala Berfirman dalam surat Al-'Ashr

" Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran " (Al-Ashr : 1-3 )